5 Kejaiban di Papua yang Ternyata Kurang Diketahui Banyak Orang

21.33 Add Comment

Papua merupakan bagian wilayah Indonesia yang terkenal dengan suku-suku pedalaman dan juga memiliki salju. Bagian ujung Timur di Negara Indonesia ini, adalah satu satu wilayah yang memiliki banyak keajaiban namun tak banyak diketahui oleh orang-orang.
Keajaiban yang dimiliki Papua sungguh sangat menakjubkan, namun sayangnya tak banyak yang tau tentang keindahannya.
Jika kamu warga negara Indonesia, kamu wajib tau nih, lima keajaiban di Papua yang sangat menakjubkan. Seperti dilansir Blogspot.com, inilah dia ke lima keajaiban tersebut.

1. Salju di negara tropis
 

Jika kamu ingin melihat salju di Indonesia, datanglah ke Papua tepatnya di Gunung Carstenz. Gunung Carstenz merupakan gunung tertinggi di Papua, dengan ketinggian 4.884 mdpl. Di puncaknya terdapat salju abadi, jika kamu terbang diatasnya kamu akan dapat melihat salju yang menutupi batu-batu hitam di sana.
Namun, jika kamu ingin mendaki gunung Cartenz, kamu harus menyiapkan kebutuhan makan dan juga fisik yang kuat, sebab kamu harus mendaki selama 11 hari barulah bisa sampai ke Puncak gunung tersebut.
2. Pasir putih di atas bukit


Biasanya kamu akan menemukan pasir putih di pantai. Namun, tidak di Papua. Kamu akan menemukan pasir putih tersebut diatas bukit, bukannya di pantai. Pasir putih ini terdapat di Wamena, sebuah distrik di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Di atas bukit ini terdapat hamparan pasir putih yang sangat halus.
Untuk  sampai ke bukit ini kamu hanya membutuhkan waktu selama 45 menit dari Kota Wamena. Kamu juga akan dikenakan biaya sukarela untuk sampai di atas bukit ini.
3. Mumi di pedalaman Indonesia


Mungkin kamu mengira jika mumi hanya ada di Mesir. Padahal, tak perlu jauh-jauh ke Mesir untuk melihat mumi, di Papua, tepatnya di Wamena terdapat mumi yang hampir sama dengan mumi di Mesir. Mumi di Wamena berwarna hitam, dan lekuk tubuhnya terlihat jelas. Posisi mumi tersebut dalam keadaan duduk dengan kedua tangan memegang lutut dan kepala yang mendongkak ke atas.
Mayat yang dijadikan mumi ini bukan mayat orang sembarangan. Mereka adalah para panglima perang dan para kepada suku yang usianya sudah sekitar 300 tahun. Mumi yang ada di Wamena ini berjumlahkan 6 mumi.
4. Lukisan misterius di Gua Kontilola


Kamu juga dapat menemukan Gua Kontilola di Papua. Gua ini letaknya sekitar 1 jam dari Bandara Wamena. Dalam gua ini terdapat sebuah lukisan misterius yang tidak diketahui asal usulnya. Gambar lukisan tersebut anehnya tidak sama dengan gambar orang-orang papua, hanya saja bentuknya mirip dengan bentuk manusia.
5. Telaga Biru yang Berwarna Hijau


Satu lagi keindahan yang dimiliki Papua adalah telaga biru yang airnya berwarna hijau. Telaga Biru ini terletak di Distrik Maima, Wamena. Telaga biru ini dianggap sakral oleh masyarakat setempat, karena menurut mereka telaga ini merupakan tempat manusia pertama kali muncul.
Nah, itulah dia ke lima keajaiban di Papua yang kurang diketahui oleh banyak orang

Festival Teluk Humboldt, Pariwisata Unggulan Jayapura

20.08 Add Comment

Jayapura - Bagi Anda yang ingin mengeksplor budaya, wisata, seni, dan kreativitas warga Papua khususnya di Jayapura, datanglah ke Festival Teluk Humboldt (FTH) pada 5-7 Agustus 2015.

Seperti yang dikutip dari Wonderful Indonesia, Selasa (28/7/2015), acara tersebut digelar di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Papua, dengan tema Wonderful Humboldt. Festival tersebut merupakan yang ketujuh kalinya.

Beberapa kegiatan akan mengisi dan memeriahkan FTH VII di antaranya ialah pagelaran cerita rakyat, pagelaran tari tradisional, tari kreasi baru, gelar suling tambur, pawai budaya Nusantara, lomba ukir pahat kayu Port Numbay, dan lomba dayung tradisional.

Selain itu, festival juga akan diisi dengan pameran kerajinan tangan warga Kota Jayapura dan pameran foto Kota Jayapura tempo dulu.

Festival Teluk Humboldt salah satu upaya menjadikan Papua sebagai pilihan tujuan wisata di timur Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda Pemerintah Kota Jayapura sekaligus menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Budaya Asli

Kegiatan tersebut mengacu pada visi dan misi Kota Jayapura, yaitu mewujudkan kota beriman, yang maju mandiri, sejahtera, modern, dan berbasis kearifan lokal. Oleh karena itu, Festival Teluk Humboldt menjadi ajang untuk mengangkat budaya asli Papua dan memantapkan nilai-nilai adat yang ada di wilayah Port Numbay.

Teluk Humboldt atau nama lainnya Teluk Yos Sudarso merupakan teluk luas yang menaungi Kota Jayapura dan menjadi rumah bagi penduduk asli Port Numbay. Teluk tersebut merupakan laut yang menjorok jauh ke daratan di bagian utara Pulau Papua.

Bentuk teluknya menyerupai huruf U dengan pantai berair tenang dan tingkat sedimentasi  rendah. Air lautnya tenang, bersih, dan berwarna biru cerah serta masih banyak terdapat ikan di sekitarnya.

Kota Jayapura di Teluk Humboldt sendiri awalnya dikenal dengan nama Holandia pada masa Hindia Belanda (1910-1962) dan nama Sukarnopura pada awalnya kembali ke pangkuan negara (1962-1968).
Selanjutnya pada 1968 berganti nama menjadi Jayapura yang mirip nama Kota Jaipur di Rajasthan, India, di mana berarti kota kemenangan atau The City of Victory.